Arab Saudi Bebaskan Imam di Makkah atas Dugaan Pelecehan Seksual

  • Share
arab-saudi-bebaskan-imam-di-makkah-atas-dugaan-pelecehan-seksual-terhadap-perempuan
Ilustrasi. Arab Saudi Bebaskan Imam di Makkah atas Dugaan Pelecehan Seksual. (Foto: Shutterstock)

Jakarta, Beritaduasatu.com — Pengadilan Kerajaan Arab Saudi bebaskan salah satu imam masjid di Kota Makkah dari tuntutan terkait dugaan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan.

Keputusan itu diambil setelah kejaksaan penuntut umum tak cukup menghadirkan bukti-bukti substansial untuk meneruskan kasus tersebut di pengadilan.

Mengutip halaman Saudi Gazette, Jaksa Penuntut Umum mengajukan tuntutan ke pengadilan setelah melakukan penyelidikan atas pengaduan dugaan pelecehan seksual terhadap perempuan yg menimpa salah satu imam di Makkah.

Sebelumnya, seorang asisten rumah tangga (ART) melaporkan telah dilecehkan secara seksual oleh sang imam. Namun, barang bukti yang diajukan Jaksa dianggap tidak valid sehingga terlapor Imam Makkah bebaskan dari tuntutan tersebut.

Pengadilan menolak kasus tersebut dengan alasan penggugat gagal memberikan bukti yang cukup untuk menguatkan tuduhan. Menurut putusan yang dibacakan, Pengadilan Tinggi akhirnya menguatkan putusan tersebut dan memberikan persetujuan akhir.

Pemerintah Saudi sendiri kini menerapkan aturan mengungkap nama pelaku pelecehan seksual jika terdakwa dinyatakan bersalah berdasarkan dukungan barang bukti.

Baru-baru ini terdakwa pelaku pelecehan seksual di Arab Saudi, Yasser Muslim Al-Arawi, dinyatakan bersalah. Namanya pun diumumkan di media-media lokal negara tersebut sebagai salah satu hukumannya.

Selain itu, Al-Arawi juga dikenakan hukuman kurungan delapan bulan penjara dan denda 5.000 riyal. Karena melakukan pelecehan kepada seorang wanita menggunakan kata-kata cabul.

Ini adalah vonis pertama yang dikeluarkan pengadilan Saudi untuk menyebut dan mempermalukan pelaku dalam kasus pelecehan seksual. Hal ini dilakukan setelah Dewan Menteri menyetujui undang-undang yang menyerukan pengungkapan secara terbuka identitas individu yang dinyatakan bersalah melakukan pelecehan seksual.

BACA JUGA : Pelecehan Seksual di Parlemen Australia Kerap Terjadi

Paragraf Baru Pada Pasal 6 UU Anti Pelecehan Kerajaan Arab Saudi

Pada Januari 2021, Dewan Menteri menambahkan paragraf baru pada Pasal 6 Undang-Undang Anti Pelecehan Kerajaan. Pembaruan ini menyatakan, putusan dalam kasus pelecehan seksual akan dirangkum di surat kabar lokal dengan membuka identitas terpidana.

Lalu mantan anggota Jaksa Penuntut Umum, Pengacara Saleh Al-Ghamdi. Mengatakan UU Anti Pelecehan yang disahkan pada Mei 2018 ini terdiri dari tujuh pasal. Pasal 6 diubah dengan menambahkan ayat 3 sesuai dengan keputusan kerajaan yang dikeluarkan pada Januari 2021.

Amandemen itu berbunyi sebagai berikut, “Diizinkan untuk memasukkan hukuman penalti untuk menentukan hukuman yang dimaksud dalam pasal ini dan menerbitkan ringkasannya atas identitas orang yang dihukum di satu atau lebih surat kabar lokal, atau dengan cara lain yang sesuai, menyesuaikan dengan beratnya kejahatan dan dampaknya terhadap masyarakat, dan ini akan terjadi setelah dikeluarkannya putusan akhir dalam kasus tersebut”.

Ia mencatat, teks Ayat 1 Pasal 6 menetapkan siapa pun yang melakukan kejahatan pelecehan akan dihukum penjara untuk jangka waktu tidak lebih dari dua tahun dan denda tidak melebihi 100.000 riyal atau salah satu dari dua hukuman ini. Hukuman tersebut akan berlaku untuk narapidana pria dan wanita.

Di sisi lain, Kuasa hukum Kholoud Al-Ahmadi mengatakan. Pasal 1 UU tersebut mendefinisikan tindak pidana pelecehan sebagai setiap pernyataan, tindakan atau tanda yang berkonotasi seksual dari bagian seseorang terhadap orang lain dan itu melalui sentuhan tubuh atau kehormatan, atau melanggar kesopanan, dengan cara apa pun, termasuk melalui berbagai sarana teknologi modern.

Pengadilan pidana bertanggung jawab untuk mengeluarkan hukuman atas kejahatan pelecehan setelah merujuk kasus tersebut oleh Penuntut Umum.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *