Pecah! Tawuran Warga di Depan RS Tentara Ambon

  • Share
pecah-tawuran-warga-di-depan-rs-tentara-ambon
Aparat kepolisian Polresta Ambon membubarkan bentrok antar kelompok pemuda di Ambon, Maluku, Minggu (28/11) malam. (CNN Indonesia/Said)

Ambon, Beritaduasatu.com — Tawuran warga pecah di kawasan Jalan Latumeten, depan Rumah Sakit Tentara Ambon, Maluku, melibatkan dua kelompok pemuda pada Minggu (28/11) malam.

Kasubag Humas Polresta Ambon Ipda Izaac Leitemia mengatakan peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23:55 WIT tersebut. Berawal dari pembakaran sebuah pangkalan ojek tepatnya di depan SPBU Soa Bali.

BACA JUGA : Mimpi Bertemu Nabi, Haikal Hassan Bakal Diperiksa Polisi Hari Ini

Hingga pukul 03.20 WIT. Sempat terjadi aksi lempar batu antara kelompok pemuda Air Mata Cina RT 001 RW 003 dan kelompok pemuda Mangga Dua RT 001 RW 003 di ruas jalan Dr. Latumeten tepatnya di depan RST, Nusaniwe, Ambon Maluku.

Izaac menyebut dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan untuk kerugian material terdapat banyak atap rumah warga yang rusak akibat terkena pelemparan batu

“Aksi pelemparan batu berlangsung sekira 15 menit,”ujar Izaac melalui pernyataan resmi, Senin (29/11).

BACA JUGA : Pemalakan TKW ketika Karantina di Wisma Atlet

Bentrok antar kelompok pemuda baru berhasil dibubarkan setelah Kapolsek Nusaniwe dan anggota SPKT Polresta Ambon, PRC, Sat Samapta, Polsek Nusaniwe dan Samapta Polda Maluku tiba di lokasi Rumah Sakit Tentara Ambon untuk membubarkan massa aksi pelemparan pukul 00.15 WIT.

“Kejadian tadi malam, imbas dari kejadian pada minggu subuh itu, tapi situasi sudah kondusif, “imbuh dia.

Ketua Rukun Tetangga 001 dan Rukun Warga 003 Sonny Pattiasina. Menerangkan awalnya ia sempat di telepon warga Uce Matahelemual memberi tahu terjadi keributan dekat kampus PGSD Unpatti.

Saat hendak mengecek ia sempat mendengar lemparan batu ke arah pemukiman warga. Ia lantas memutuskan untuk mengevakuasi keluarganya ke arah jalan utama untuk menghindari lemparan batu dan diikuti warga yang bermukim di bawah lerang Gunung Lauwa.

BACA JUGA : Kominfo Memfasilitasi Bentuk Tim Pemulihan Korban Pelecehan Seksual di KPI

Warga setempat, Nesa Patty (37) mengaku rumahnya menjadi korban pelemparan batu akibat bentrok antar kelompok.

Ia menyebut hujan batu dari arah Gunung Lauwa Ponegoro. Dilakukan oleh sekelompok pemuda Amaci ke arah permukiman di RT 001/03 Kelurahan Uriemesing, Mangga Dua.

sumber : cnnindonesia

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *