Kenali Gejala AMD, Gangguan Penglihatan Yang Terjadi Pada Lansia

  • Share

BANTEN, Beritaduasatu.COM– Salah satu gejala penyakit mata yang menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan pada lansia di negara berkembang adalah degenerasi makula atau Age-related Macular Degeneration (AMD). Jika tak ditangani secara tepat, maka A-MD dapat berujung parah.

AMD adalah kerusakan pada bagian sentral retina (makula) yang menyebabkan kehilangan penglihatan sentral. A-MD menyebabkan gangguan penglihatan mulai dari distorsi bentuk atau penglihatan buram.

Pasien terutama lansia akan gangguan penglihatan atau kehilangan kemampuan melihat detail halus, sulit membaca, menulis, atau melihat wajah orang di hadapannya.

Dokter Spesialis Mata Konsultan RSCM, Dr. dr. Gitalisa Andayani Adriono, SpM(K), menjelaskan masyarakat kerap mengalami dua macam A-MD . Adalah tipe kering dry A-MD atau biasa disebut AMD Atrofik, dan A-MD basah, wet AMD atau A-MD neovaskular.

A-MD tipe kering menyebabkan gangguan penglihatan atau kerusakan makula bertahap selama bertahun-tahun. Sel-sel retina mati dan tidak regenerasi dan 10-15 persen berkembang menjadi A-MD tipe basah.

Di sisi lain gejala AMD tipe basah tumbuh pembuluh darah abnormal (neovaskular) ke dalam makula. Akibatnya terjadi pendarahan atau timbunan cairan di makula. Akan timbul jaringan parut pada makula yang menyebabkan pasien kehilangan penglihatan sentral.

Terdapat sub tipe A-MD basah yaitu polypoidal choroidal vasculophaty (PCV) yang banyak ada pada ras asia (Asian AMD). Dalam kesempatan tersebut, dr. Gitalisa menjelaskan gejala dan komplikasi gangguan penglihatan yang ada pada gejala AMD.

1. Pada tahap awal, biasanya tidak bergejala.

2. Lambat laun maka timbul keluhan, seperti:

Garis lurus menjadi melengkung (Metamorfopsia).

Penglihatan buram.

Penglihatan tengah mata berwarna hitam (Skotoma).

Distorsi penglihatan kronis.

Penglihatan mendadak terhalang.

3. Hilangnya penglihatan sentral menyebabkan penurunan aktivitas hidup sehari-hari, masalah mobilitas dan peningkatan risiko jatuh, patah tulang, dan depresi pada orangtua.(Dani)

Sumber : okezone.com

  • Share